Apa Sih Perbedaan Meminjam Uang di Fintech Syariah dengan Konvensional?

  • Whatsapp
Apa-Sih-Perbedaan-Meminjam-Uang-di-Fintech-Syariah-dengan-Konvensional
Foto dari amartha.com

Anda pasti sudah tahu mengenai financial technology, nah sekarang ada yang Namanya financial technology berbasis syariah. Sebenarnya keduanya tidak jauh berbeda, hanya saja financial technology berbasis syariah menggunakan prinsip-prinsip syariah dalam kegiatan bisnisnya. Untuk pengertian fintech syariah sendiri tidak ada bedanya dengan financial technology pada umumnya, perbedaannya hanya seperti yang disebutkan diatas.

Sama seperti bank, ada bank konvensional dan ada juga bank syariah, kira-kira seperti itu. Dengan adanya financial technology syariah, pengguna dapat memilih produk dan layanan financial technology sesuai dengan preferensinya masing-masing. Dengan mayoritas penduduk Indonesia beragama islam, financial technology berbasis syariah memiliki pasar yang besar.

Read More

Financial technology berbasis syariah diperkirakan akan mendongkrak pasar keuangan syariah yang lebih lesu dibandingkan negara-negara mayoritas muslim lainnya. Ronald Wijaya selaku Ketua AFSI (Asosiasi Fintech Syariah Indonesia) mengatakan bahwa kontribusi seluruh financial technology syariah di tahun 2019 mencapai 1 Triliun rupiah. Ia pun meyakini bahwa angka ini akan terus tumbuh berkali-kali lipat beberapa tahun kedepan. Namun dengan catatan bahwa infrastruktur kedepannya akan menjadi lebih baik.

AFSI menggunakan hukum yang berlandaskan peraturan dari OJK (Otoritas Jasa Keuangan) No 77 tahun 2016 mengenai Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi. Aturan ini mengatur financial technology secara umum termasuk fintech syariah maupun konvensional. Karena berbasis syariah, financial technology syariah juga mengacu pada Fatwa Dewan Syariah Nasional MUI No. 117 tahun 2018 mengenai Layanan Pembiayaan Berbasis Teknologi Informasi Berdasarkan Prinsip Syariah.

Dalam prinsip keuangan yang digunakan antara financial technology syariah dan konvensional, secara garis besar terlihat bedanya karena yang satu menggunakan prinsip syariah dan yang satu tidak. Namun apabila dijabarkan, sebenarnya terlihat sekali perbedaan antara yang syariah dan konvensional. Secara sistem, financial technology berbasis syariah tidak boleh maisir atau bertaruh, tidak ada gharar atau ketidakpastian dan tidak boleh riba atau jumlah bunga melewati batas ketentuan. Perbedaan lainnya pada yang berbasis syariah adalah tidak ada bunga yang ditetapkan terhadap pinjaman yang diberikan kepada nasabah, namun menggunakan sistem bagi hasil dan juga bagi resiko.

Jika dilihat dari proses kerjanya, financial technology berbasis syariah menjalankan sesuai dengan akad yang telah ditentukan, yaitu akad musyarakah dan mudharabah. Akad mudharabah adalah Teknik Kerjasama antara pengelola dana dengan pemilik modal, keduanya berkompromi untuk menentukan besaran keuntungan yang nantinya dibagi secara adil.

Ketika terjadi kerugian, pemilik modal bertanggung jawab, kecuali pengelola dana melakukan keteledoran. Sedangkan akad masyarakah adalah Teknik Kerjasama antara dua orang atau lebih berdasarkan pembagian keuntungan sama rata. Ketika mendapatkan kerugian, seluruh pihak akan menanggung beban kerugian yang sama. Kalau anda tertarik, ada banyak fintech OJK berbasis syariah yang beredar di pasaran.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *