Info SehatQ, Ini 4 Penyebab Kepala Terasa Sakit Setelah Makan

  • Whatsapp
Info-SehatQ-Ini-4-Penyebab-Kepala-Terasa-Sakit-Setelah-Makan
Foto dari Canva Pro

Menurut SehatQ, sakit pada area kepala bisa dirasakan dengan berbagai tingkatan, dari mulai sakit ringan yang masih bisa diatasi dengan istirahat, hingga sakit parah yang membutuhkan tindakan medis. Sumber sakit pun bisa dari mana saja, bisa menjalar dari area bahu dan leher, ataupun dari area tubuh lainnya. Termasuk letak sakit yang bisa dirasakan hingga ke bagian wajah. Salah satu permasalahan sakit kepala yang sering dirasakan ialah setelah mengonsumsi makanan atau minuman tertentu.

Penyebab Sakit Kepala Sesudah Makan

Ada beberapa penyebab yang membuat kepala terasa sakit sesaat sesudah makan, di antaranya:

Read More

1. Gejala Migrain

Penyebab pertama ialah gejala migrain yang kumat. Umumnya seseorang kerap merasakan sakit kepala sebelah ini sudah lebih dulu memiliki penyakit migrain. Gejala pun kembali terasa dan kumat karena dipicu bahan makanan tertentu. Bahan makanan yang sering memicu gejala migrain kumat seperti daging olahan yang telah diawetkan, makanan tinggi kecap, buah-buahan citrus, yoghurt, keju, dan masih banyak lagi.

Sakit kepala migrain ini bisa juga dipicu oleh melihat cahaya, mencium aroma tertentu, hingga karena terlalu lelah. Migrain bisa diatasi dengan beristirahat, juga konsumsi obat pereda nyeri. Migrain yang sudah parah butuh tindakan lanjut dengan resep obat khusus dari dokter.

2. Gula Darah Terlalu Rendah

Sakit kepala bisa muncul bisa disebabkan oleh gula darah dalam tubuh yang terlalu rendah. Tingginya gula darah sama-sama bisa membuat tubuh terasa tidak sehat, tetapi gula darah yang terlalu rendah cenderung menjadi penyebab munculnya sakit kepala tersebut. Rendahnya gula darah ini karena respon tubuh terhadap asupan karbohidrat terlalu banyak.

Mengonsumsi karbohidrat dalam jumlah banyak ini difaktori kandungan glukosa yang terbentuk atas bantuan insulin berubah menjadi energi. Proses yang melibatkan insulin ini bisa saja menjadi tidak normal karena insulin muncul terlalu banyak, membuat asupan glukosa justru berkurang drastis, sehingga memicu sakit kepala, hingga tubuh terasa lemas. Pencegahannya dengan batasi asupan karbohidrat yang dikonsumsi sehari-hari.

3. Tekanan Darah Tinggi (Hipertensi)

Rasa sakit di kepala diikuti tubuh yang ‘kliyengan’ setelah makan bisa karena tekanan darah tinggi. Mengonsumsi asupan tinggi lemak atau mengandung kolesterol tinggi umumnya memicu sakit kepala. Hal ini bisa dialami oleh semua usia. Tekanan darah tinggi yang naik ini bisa juga karena kandungan sodium dalam makanan yang dimakan.

Contoh sederhananya, ketika sehabis makan daging terlalu banyak, makanan mengandung santan, makanan laut, serta camilan asin. Untuk menghindarinya, kurangi konsumsi makanan jenis tersebut.

4. Gejala Alergi Makanan

Penyebab berikutnya ialah gejala alergi makanan. Gejala ini merupakan reaksi alami dari tubuh, bahwa ada makanan atau minuman yang dikonsumsi tidak cocok dengan tubuh. Tubuh yang memiliki alergi ini biasa memberi reaksi dengan mengeluarkan senyawa histamin sebagai bentuk daya tahan tubuh. Senyawa ini bisa keluar secara berlebihan sebagai bentuk pertahanan dan mengeluarkan  gejala sakit kepala, gatal-gatal, mual, serta bersin-bersin.

Bahan makanan yang mudah memicu alergi tanpa disadari seperti telur, susu dan olahannya, makanan laut, produk makanan yang mengandung MSG, juga yang mengandung pengawet.

Anda bisa kunjungi sehatq.com untuk mendapat lebih banyak informasi seputar kesehatan. Terdapat beragam info penyakit hingga berita kesehatan terbaru yang bisa Anda ikuti. Selain itu, buat janji dengan dokter pilihan juga lebih mudah. Anda juga bisa bertanya dan melakukan diskusi dengan dokter ahli.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *